Kota Bandung adalah salah dari 20 kota besar di Indonesia yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Bandung merupakan pringkat ke-2 sebagai Kota Metropolitan terbesar setelah Kota Jakarta. Wilayah Metropolitan Bandung Raya mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung. Berikut adalah profil kota Bandung:

Profil Kota Bandung Keterangan
Negara Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Hari Jadi 25 September 1810
Landmark 25 September 1810
Wali Kota Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.
Jumlah Penduduk 2.693.500 jiwa
Luas Wilayah 16.729,50 Hektar
Suku Bangsa Sunda (Penduduk Asli), Jawa, Cina, Arab, lain-lain
Bahasa Sunda (Bahasa Asli), Indonesia, Jawa
Agama Islam (Mayoritas), Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konhuchu
Bandar Udara Husen Sastranegara
Transportasi Darat (angkutan kota, angkutan desa, bis kota, kereta api), Udara (Pesawat).

Letak Astronomis:
 6° 00 –  6° 20 Lintang Utara, 107° – 43° Bintang timur.


Letak Geografis: 
Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Sebelah Selatan berbatasan dengan
Kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung, sebelah berat berbatasan
dengan Kecamatan Cimahi Utara, Selatan dan Kota Cimahi, dan sebelah
timur berbatasan dengan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Secara topografi, Bandung adalah sebuah kota yang dikelilingi oleh pegunungan yang berada di tengah Provinsi Jawa Barat. Berada pada ketinggian 768 meter di atas permukaan laut dengan titik tertinggi terletak di wilayah utara 1050 dpl dengan permukaan tanah yang berbukit-bukit, dan titik terendah di sebelah selatan 675 dpl dengan kontur tanah yang relatif datar. 

Sejarah Nama Bandung:

Nama Bandung berasal dari suku kata “Bendung” atau “Bendungan”. Hal ini berhubungan erat dengan peristiwa bersejarah yang akhirnya menjadi nama tempat itu sendiri. Peristiwa Meletus Gunung Tangkuban Perahu untuk pertama kali sekitar tahun 1829 yang larva nya mengalir dan membendung sungai Citarum sehingga terbentuklah sebuah telaga. Selain itu, konon nama ini berasal dari nama 2 buah perahu yang diikat berdampingan “Perahu Bandung”. Perahu ini digunakan oleh Bupati Kabupaten Bandung bernama R.A. Wiranatakusumah II ketika berlayar mengarungi sungai Citarum. Tidak ada sumber yang pasti mengenai asal usul nama ini. Apabila dilihat dari falsafah Sunda, Nama Bandung berasal dari tiga suku kata yang terbentuk dalam sebuah kalimat “Ngabandungan Banda Indung”. Apabila diterjemahkan, setiap kata nya memiliki makna tersendiri, diantaranya: “Ngabandungan: artinya memperhatikan atau menyaksikan”, “Banda: artinya suatu benda yang dalam kalimat ini didefinisikan sebagai alam semesta ada di bumi dan di langit”, “Indung: artinya ibu yang didefinisikan sebagai Ibu Pertiwi yaitu Bumi”. Apabila diterjemahkan seluruh kata dari kalimat “Ngabandungan Banda Indung” artinya semua benda baik benda hidup ataupun mati yang ada di bumi pertiwi yang diperhatikan atau disaksikan. Tentunya, yang memperhatikan dan menyaksikan tersebut adalay yang maha kuasa (dalam falsafah Sunda disebut Sanghyang Wisesa). Lihat Sejarah terbentuknya Kota Bandung

Wilayah:
Bandung, secara administratif terdiri dari 30 kecamatan, diantaranya:

Andir Batununggal Cidadap Rancasari
Antapani Bojongloa Kaler Cinambo Regol
Arcamanik Bojongloa Kidul Coblong Sukajadi
Astana Anyar Buah Batu Gedebage Sukasari
Babakan Ciparay Cibeunying Kaler Kiaracondong Sumur Bandung
Bandung Kidul Cibeunying Kidul Lengkong Ujung Berung
Bandung Kulon Cibiru Mandalajati
Bandung Wetan Cicendo Panyileukan

Pariwisata:

Kota Bandung adalah tujuan utama pariwisata di Jawa barat. Banyak sekali beragam objek wisata yang ditawarkan, mulai dari wisata alam, kuliner, belanja, sejarah, seni budaya, serta beragam objek wisata khusus dan menarik seperti tempat wisata modern dan wisata khusus lainnya. Secara garis besar, objek wisata di Kota Bandung diklasifikasi menjadi beberapa bagian:

1. Wisata Alam
Objek wisata alam terdiri dari 10 kategori, diantaranya:

Air Terjun Gunung
Bumi Perkemahan Perkebunan
Cagar Alam Hutan
Danau Sungai
Gua Air Panas

2. Wisata Kuliner
Wisata kuliner terdiri dari 4 jenis, disesuailan dengan jenis dan lokasinya:

Restoran Kafe
Kedai Tempat oleh-oleh
Hotel di Bandung:
Sebagai tujuan wisata, seluruh area Kota Bandung banyak berdiri penginapan dengan beragam tipe akomodasinya, seperti hotel, resort, guest house, dan Villa. Berikut ini adalah informasi hotel di Bandung, mulai dari hotel bintang 1, bintang 2, bintang 3, bintang 4, dan bintang 5. Berikut ini adalah daftar hotel di Bandung sebagai salah satu akomodasi wisata:

Hotel di Bandung Bintang 1
Hotel di Bandung Bintang 2
Hotel di Bandung Bintang 3
Hotel di Bandung Bintang 4
Hotel di Bandung Bintang 5

Transportasi:
Bandung sebagai tujuan wisata memiliki 2 jenis trasportasi, diantaranya transportasi darat dan udara.
Transportasi Darat terdiri dari beberapa jenis dengan istilah sebagai berikut:

  1. Angkutan Perkotaan: Untuk menempuh berbagai lokasi dan daerah di Kota Bandung, terdapat 68 jalur trayek angkutan umum yang ada di Bandung.
  2. Damri: Angkutan ini berupa bus kota milik pemerintah yang memiliki 13 jalur trayek angkutan.
  3. Kereta Api: Terdiri dari 10 stasiun yang tersebar di beberapa daerah diantaranya Stasiun Bandung, Cicalengka, Cikadongdong, Cimahi, Gedebage, Haurpugur, Kiaracondong, Padalarang, Rancaekek, dan Rendeh.

Transportasi Udara:

Bandara Husein Sastranegara (Husein Sastranegara airport) adalah satu-satunya bandara yang ada di Kota Bandung. Terletak di Jalan Pajajaran No. 156, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung 40174. Sedikitnya sekitar 9 kota besar dan 1 negara yang menjadi jalur penerbangan dari bandara ini.