Tempat Wisata Pendidikan di Bandung Jawa Barat

Tempat Wisata Pendidikan di Bandung Jawa Barat
Tempat Wisata Pendidikan di Bandung adalah salah satu bagian dari informasi tempat wisata di Bandung yang menjadi tujuan utama pariwisata Indonesia, terutama Provinsi Jawa Barat. Bandung terkenal dan kaya akan fashion, tempat belanja juga kulinernya. Selain objek wisata pavorit seperti Transtudio Bandung, Kawah Putih, Gunung Tangkuban Perahu, dan objek wisata lainnya, Bandung mempunyai beragam objek dan tempat wisata alternatif yaitu tempat wisata pendidikan. Wisata Pendidikan adalah alternatif utama yang harus dikunjungi terutama oleh anak-anak dan keluarga, karena akan memberikan wawasan serta nilai tambah bagi perkembangan pengetahuan mereka.

Wisata pendidikan mencakup 3 sektor wisata seperti wisata sejarah, seni dan budaya. Bandung memiliki beberpa objek wisata bersejarah, museum, sanggar seni budaya, taman pendidikan dan lain-lain. Beberapa objek dimaksud antara lain: Saung Angklung Udjo, Taman Lalu Lintas, Taman Budaya Dago, Jendela Alam, Museum Geologi Bandung, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Pos Indonesia, Museum Sri Badunga, Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan, dan Teropong Bintang Bosscha. Berikut adalah informasi singkat terkait dengan tempat-tempat wisata di atas:

Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo
Terletak di Jalan Padasuka No. 118 Bandung. Saung Angklung Udjo adalah salah satu objek wisata seni budaya dan pendidikan. Objek wisata ini menawarkan berbagai suguhan atraksi seni budaya Sunda diiringi alat kesenian tradisional, terutama alat musik Angklung. Selain itu, anda dapat mempelajari dasar-dasar dan pengetahuan tentang alat musik Angklung yang dipandu oleh tenaga professional. Tiket masuk untuk menonton pertunjukan adalah Rp. 60.000/orang (untuk dewasa) dan bagi anak-anak Rp. 40.000,-. Setelah selesai berkunjung, anda dapat berkunjung ke toko souvenir dan singgah di resto yang disediakan.

Taman Lalu Lintas Bandung

Taman Lalu Lintas
Taman Ade Irma Suryani Nasution atau sering disebut Taman Lalu Lintas berada di Jalan Belitung No. 1 Bandung. Taman lalu lintas adalah tempat rekreasi keluarga dan taman pendidikan yang memperkenalkan berbagai macam rambu-rambu lalu lintas yang dikemas dengan simulasi kendaraan mini yang dapat dinaiki serta rambu-rambu mini di sepanjang jalan. Taman ini sangat berperan dalam memperkenalkan anak-anak mengetahui pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas.



Taman Budaya Dago

Taman Budaya Dago
Taman Budaya Dago terletak di Jalan Bukit Dago Selatan No. 53 A. Taman Budaya ini didirikan oleh Pemerintah Jawa Barat dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Jawa Barat. Disini, anda dapat belajar dan mengikuti program latihan kesenian. Para seniman Sund sering berkunjung atau melakukan pagelaran seni dan budaya di taman ini.

Jendela Alam Bandung

Jendela Alam Bandung
Terletak di Jalan Sersan Bajuri Km 4.5 Lembang, Bandung Jawa Barat. Jendela alam mengusung tema Education and Recreation (Pendidikan dan rekreasi) dengan berbagai fasilitas rekreasi seperti peternakan dan perkebunan, mini waterboom, play ground, aula/pendopo, kedai alam, penjernihan air, dan mushola. Adapun program kegiatan jendela alam diantaranya tour sahabat alam, pengenalan binatang, pengenalan tanaman obat, berkebun dan kreasi seni, permainan tradisional, birthday parties dan gathering, berenang, bersepeda, berkuda, tea walk dan lain-lain. Selain kegiatan di atas, ada 1 kegiatan bernama mini workshop, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan Biologi, budidaya anggrek, composting, bio gas, fase telur, snake habbit, dan penjernihan air. Jendela alam sering dikunjungi oleh instansi, kelompok bermain, pendidikan usia dini (PAUD), taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.



Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung didirikan sejak tanggal 16 Mei tahun 1929 pada tahun tersebut nama museum ini bernama Geologische Museum. Museum ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, salahsatunya punyai koleksi fosil-fosil manusia purba homoerectus, fosil gajah purba stegodon trigonocephalus dan replika fosil dinosaurus karnivora yang terbesar dan terganas, dan tyrannosaurus rex yang hidup pada zaman kapur. Selain itu di museum geologi terdapat gambaran dan simulasi tentang bagaimana bumi terbentuk, bagaimana perkembangan kehidupan dari masa ke masa, serta kita akan mengetahui fenomena geologi serta hubungannya dengan kehidupan manusia.



Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika
Museum Konferensi Asia Afrika terletak di Jalan Asia Afrika Nomor 65 Bandung. Museum ini berada di pusat kota Bandung. Mungkin kita sudah tau sejarah tentang konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di bandung pada tanggal 18 – 24 April 1955. Konfrensi ini merupakan suatu catatan sejarah yang sangat penting bagi Indonesia, karena hanya 10 tahun dari Indonesia merdeka tetapi Indonesia sudah siap menjadi tuan rumah untuk konferensi tingkat internasional. Museum ini menyajikan banyak peninggalan dan informasi yang berkaitan dengan Konferensi tersebut baik mulai dari latarbelakangnya sampai perkembangannya. Selain itu, museum ini memiliki koleksi dokumen-dokumen seperti buku, majalah, surat kabar, serta naskah yang berkaitan dengan kegiatan kenferensi Asia Afrika.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Museum Mandala Wangsit Siliwangi
Museum Mandala Wangsit Siliwangi terletak di Jl. Lembong No. 38. Museum ini dahulu adalah Markas Divisi Siliwangi yang pertama di kota Bandung. Museum ini memiliki luas 4.176 m2 dan mempunyai luas bangunan 1.674 m2. Nama museum ini di ambil dari 2 penggalan kata, yaitu kata siliwangi dan wangsit mandala. Siliwangi merupakan raja dari kerajaan Padjadjaran yang mempunyai sikap arif dan bijaksana, serta nama Wangsit Mandala adalah suatu tempat untuk menyimpan barang-barang sepeninggalan pejuang-pejuang terdahulu supaya terkenang oleh generasi-generasi penerus. Adapun peninggalan-peninggalan yang berada di museum Mandala Wangsit Siliwangi di antaranya kujang, keris, pedang, golok, tombak, panah, pedang bambu, dan Samurai serta senjata api dari berbagai jenis dan kendaraan militer terdahulu.

Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia
Terletak di jalan Cilaki No. 73 Bandung. Museum ini mulai berdiri sejak zaman Hindia Belanda pada tahun 1933. Sampai pengalihan kekuasaan oleh Jepang, museum ini masih utuh dan terawat. Akhirnya pada tanggal 27 September 1983, Museum ini berubah nama menjadi Museum Pos dan Giro. Pada tahun 1995 museum ini kembali berganti nama menjadi Museum Pos Indonesia hingga saat ini. Daya tarik Museum pos yaitu koleksi ribuan perangko dari berbagai penjuru dunia. Selain perangko, benda-benda pos zaman dahulu seperti timbangan, surat, sepeda pak pos, serta pakaian dinas dan peralatan post mulai dari zaman Kolonial sampai saat ini turut dipamerkan dan memiliki daya tarik tersendiri.

Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga
Museum Sri Baduga terletak di Jalan BKR No. 145, Bandung 40243. Museum ini menyajikan berbagai benda bersejarah yang berhubungan dengan antropologi kebudayaan masyarakat Jawa Barat. Daya tarik museum ini adalah koleksi benda-benda dari batuan, mineral, fosil dan benda bentukan alam lainnya. Selain itu, disajikan juga beberapa fosil tengkorak, rangka manusia, tumbuhan, hewan. Serta benda-benda hasil budaya yang menggambarkan identitas suatu etnis.

Puspa Iptek Sundial

Puspa Iptek Sundial
Terletak di Jl. Raya Padalarang 427, Bandung Jawa Barat -Indonesia. Puspa Iptek Sundial Adalah sebuah pusat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Nama Sundial berarti Jam Matahari, sebagaimana terlihat pada arsitektur bangunannya. Sundial adalah daya tarik wisata sekaligus menjadi maskot objek wisata Puspa Iptek. Selain itu, Puspa Iptek Sundial memiliki 150 unit peraga ilmu pengetahuan dan teknologi serta bioskop 4 dimensi yang siap menghibur anda. Ini adalah salah satu tempat wisata anak dan wisata pendidikan yang ada di Bandung.



Observatorium Bosscha

Teropong Bintang Bosscha
Terletak di Jalan Peneropongan Bintang Lembang 40391, Jawa Barat. Teropong Bintang Bosscha merupakan teropong bintang tertua di Indonesia. Teropong ini adalah salah satu tempat wisata pendidikan yang sangat cocok untuk para peneliti. Sebagai objek yang memiliki fungsi wisata, Bosscha dibuka untuk umum dan siapa saja dapat berkunjung ke tempat ini. Tidak hanya peneliti, para wisatawan mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua banyak yang datang untuk melihat bintang-bintang. Beberapa koleksi teleskop yang terdapat di Bosscha diantaranya Teleskop Schmidt Bima Sakti, Teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Teleskop Cassegrain GOTO, Teleskop Refraktor Unitron, dan Teleskop Surya dan Teleskop radio 2,3 m.

Masih banyak lagi tempat wisata pendidikan di daerah Bandung Jawa Barat yang akan kami tambahkan selanjutnya. Info ini adalah bagian dari informasi Tempat Wisata di Bandung.